Kegiatan TMMD Non Fisik, Pembangunan Fisik Perlu Juga Dibarengi Pembangunan Mental

Created on 24 April 2017

Satu tekad manunggal dengan masyarakat, TNI menggelar serangkaian kegiatan kemasyarakatan, baik kegiatan fisik maupun non fisik. Melalui kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Kodim 0806 Trenggalek menggelar serangkaian kegiatan, sepertihalnya membuat rabat jalan menuju lokasi tempat wisata Jurug Songgo Langit Desa Jombok Pule, bedah rumah, dan rehab Mushola, Kodim 0806 Trenggalek juga menyelenggarakan kegiatan non fisik seperti penyuluhan KB, peternakan, kawin suntik masal, maupun penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sedangkan di hari Minggu (23/4) kemarin Kodim 0806 Trenggalek menggelar kegiatan pengajian, yang bertemakan puasa. Kegiatan ini selain dalam rangka menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan, Kodim 0806 Trenggalek menganggap, untuk menjaga keutuhan NKRI selain diperlukan pembangunan fisik tentunya juga perlu diadakan pembangunan mental sepertihalnya pengajian tersebut.

Kata manunggal berarti menjadi satu, sehingga esensi TMMD adalah TNI menjadi satu membaur dengan masyarakat. Pastinya dengan menjadi satu keamanan dan konduaifitas negara ini dapat terjalin dengan baik.

TNI tidak hanya sebagai alat pertahanan negara yang siap dan sigap mengangkat senjata untuk menjaga kedaulatan bangsa, melainkan juga TNI tangguh dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Pastinya dengan dukungan masayakat keamanan bangsa ini akan solid dan tidak mudah dipecah belah.

Kegiatan pengajian ini bertempat di Masjid Al Mutakin RT. 21 RW. 06 Dusun Gading Desa Jombok Kecamatan Pule. Nampak puluhan warga masyarakat Dusun Gading khidmad mengikuti pengajian yang disampaikan oleh Ustad Ilham Syah Roni dari Kementrian Agama Kabupaten Trenggalek.

Dalam tauziahnya Ustad Ilham menyampaikan pentingnya berpuasa di bulan Ramadhan, karena menurutnya dalam bulan suci  yang penub berkah tersebut Allah telah menjanjikan beragam pahala bagi umatnya yang berpuasa.

"Puasa di bulan Suci Ramadan sifatnya adalah wajib. Sehingga harus dilaksanakan. Bagi umat muslim yang berhalangan atau tidak mampu sesuai dengan rukunnya, diwajibkan untuk mengganti puasa ini di hari-hari lainnya. Kalaupun memang sudah tidak mampu diwajibkan membayar fidyah dengan perhitungan tertentu," terang ustad ini.

Banyak hal yang disampaikan oleh ustad ini mengenai penyingnya puasa Ramadahan dan merugi bagi mereka yang meninggalkannya. Karena bulan Ramadan merupakan bulan berkah yang penuh ampunan. Dan belum tentu kita bisa terus mendapatkan bulan ini di tahun berikut-berikutnya. Karena urusan ajal orang tidak ada yang tahu dan itu rahasia Allah. (Humas)