Informasi dari BMKG

Created on 10 March 2017

Kejadian hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

 

Indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat
- Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
- Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)
- Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
- Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu / hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
- Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
- Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba – tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
- Jika 1 – 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

 

Sifat-sifat putting beliung/angin kencang berdurasi singkat
- Sangat lokal
- Luasannya berkisar 5 – 10 km
- Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit
- Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba)
- Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari
- Bergerak secara garis lurus
- Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 %
- Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung
- Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama

 

Perkembangan Tanah Gerak di Desa Terbis Panggul

Created on 15 December 2016

Kamis, 15 Desember 2016, perkembangan tanah gerak di Desa Terbis Kecamatan Panggul sebagai berikut:

1. Rumah Suyitno (47 th) warga RT. 31 RW.10 Desa Terbis Panggul, mengalami tembok retak dan lantai ambles. Keluarga sementara direlokasi kerumah kerabat.

2. Perkembangan tanah ambles dalam 1 x 24 jam bergeser sepanjang 1 meter.

3. Untuk rumah yang sudah diturunkan gentengnya tidak berani membongkar bangunan dikarenakan pergerakan tanah yang sangat cepat dan cuaca gerimis.

 

Kerugian:

Personil: Nihil

Materiil : rumah rusak dengan kriteria berat

 

Langkah langkah yang di ambil: TRC BPBD, Muspika, Babinsa meninjau lokasi

 

Keadaan Cuaca: Hujan intensitas ringan

(Sumber: Pusdalops BPBD Trenggalek)

 

 

Info: Tebing Longsor di KM 16 Jalur Trenggalek-Ponorogo

Created on 13 December 2016

Selasa, 13 Desember 2016 sekitar pukul 11.30 WIB, di Jl. Raya Trenggalek - Ponorogo KM 16, RT.08 RW.03 Dsn. Pacar Ds. Nglinggis Kec. Tugu, telah terjadi bencana alam tebing longsor setinggi 30 m dengan material tanah dan batu dengan tinggi material 1 m, panjang 7 m, lebar 5 m yg disebabkan curah hujan tinggi dan tanah yang labil. Akibatnya jalan raya Trenggalek - Ponorogo tertimbun material longsor dan arus lalu lintas Trenggalek - Ponorogo putus total.

Kronologi kejadian:

- Jam 11.15 s/d 12.30 WIB wilayah  Kecamatan Tugu diguyur hujan dengan intensitas sedang.
- Jam 11.30 WIB tebing dengan tinggi 30 m longsor dengan material tanah dan batu. Tinggi material 1 m, panjang 7 m, lebar 5 m.

Kerugian:

- Kerugian Personel : Nihil.
- Kerugian Materiil : Jalan Raya Trenggalek - Ponorogo KM 16 tertimbun longsor dengan material tanah dan batu, serta arus lalu lintas Trenggalek - Ponorogo terputus.

Upaya yang dilakukan :

- TRC BPBD, Babinsa Desa Nglinggis, anggota Polsek Tugu dan masyarakat melaksanakan pengecekan ke lokasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

 - Alat berat dari Dinas PU Jatim telah siap dilokasi dan sudah mulai melakukan pembersihan.

 - Info lanjutan hingga pukul 15.15 WIB arus lalu lintas Trenggalek - Ponorogo KM 16 masih terputus total.

- Pembersihan telah dilakukan namun material longsor kembali turun dalam jumlah banyak sehingga diberhentikan sementara karena kondisi yang membahayakan.

 

 

 

Terjadi Tanah Gerak di Desa Dawuhan, Trenggalek

Created on 15 December 2016

Kamis, 15 Desember 2016, telah terjadi pergerakan tanah di RT.04 RW.01 Desa Dawuhan Kec. Trenggalek.

 

Kronologi:

Hujan mengguyur wilayah Desa Dawuhan mulai pukul 20.00 hingga 03.00 WIB mengakibatkan pergerakan tanah yg berdampak pada:

1. Sumarji (50 th) rumah retak

2. Jari (48 th) rumah retak

3. Kapang (67 th) terdampak (bila terjadi longsor)

4. Nurodin (48 th) terdampak (bila terjadi longsor)

5. Sulam Taufik (62 th) terdampak (bila terjadi longsor)

6. Muntinah (73 th) terdampak (bila terjadi longsor)

7. Musidi (55 th) kondisi rumah rusak parah dan tidak ditempati, sebagian genteng di turunkan, taksir kerugian materiil Rp 100.000.000

 

Kerugian : 

a. Personil : nihil

b. Materiil : Rp 100.000.000

 

Tindakan yang diambil:

1. Tramtib Kecamatan.Trenggalek, Babinsa, Babinkamtibmas, TRC, serta Perangkat Desa meninjau lokasi kejadian.

2. Menghimbau pada warga untuk lebih waspada bila hujan turun dan menuju tempat yang aman.

Keadaan Cuaca: hujan dengan intensitas tinggi

(Sumber: Pusdalops BPBD Trenggalek)

 

 

 

Info: Tanah Longsor di Desa Mlinjon, Suruh

Created on 01 December 2016

Hari ini Kamis, 1 Desember 2016, telah terjadi bencana tanah longsor di RT.49 Dusun Miri, Desa Mlinjon, Kec. Suruh.

Longsor dengan ketinggian 5 meter sepanjang kurang lebih 10 meter.

Korban jiwa: Nihil

Tiga pilar bersama dengan masyarakat sekitar melakukan pembersihan material longsor di lokasi kejadian. (Humas)

 

 

Page 1 of 2