Larung Sembonyo Pantai Prigi, Budaya Eksotis Nelayan

Created on 09 September 2016

Labuh Larung Sembonyo merupakan upacara adat perwujudan rasa syukur nelayan terhadap tangkapan ikan yang melimpah dan permintaan keselamatan bagi nelayan Prigi saat melaut. Tradisi dan budaya yang dilestarikan masyarakat ini lahir dari Mitos atau hikayah yang berkembang dan diyakini oleh masyarakat teluk Prigi. Hikayah ini menceritakan tentang awal dibukanya kawasan atau babad alas teluk Prigi, yang menjadi cikal bakal atau asal usul adanya upacara Larung sembonyo ini. Masyarakat meyakini bahwasanya tradisi yang biasa dilakukan pada Senin Kliwon bulan Selo penanggalan jawa ini merupakan adat budaya yang harus dilestarikan. Akan ada yang kurang dan bila tradisi ini ditinggalkan. Upacara adat larung Sembonyo ini dilakukan oleh masyarakat nelayan dan petani utamanya bagi nelayan yang menggantungkan hidupnya di Teluk Prigi dalam penghormatan pada leluhur yang telah membuka atau babad alas teluk ini yaitu Tumenggung Yudho Negoro dan empat saudaranya. Diyakini bila upacara ini ditinggalkan ditakutkan akan ada gangguan dilaut, kesulitan menangkap ikan, gagal panen, wabah, bencana alam dan beberapa musibah lainnya.

Mengutip buku Informasi Pariwisata dan Budaya Kabupaten Trenggalek yang dikeluarkan dinas pariwisata, upacara Labuh Larung Sembonyo ini mulai tahun 1985 dilaksanakan secara besar-besaran setelah sebelumnya terhenti akibat situasi politik yang tidak memungkinkan. Peringatan Sembonyo saat ini sudah menjadi agenda tradisi budaya masyarakat Kabupaten Trenggalek yang rutin digelar. Pemkab Trenggalek ikut andil dalam rutin terselenggaranya upacara adat nelayan Teluk Prigi ini.

Upacara adat Labuh Larung Sembonyo ini dilaksanakan di Teluk Prigi, Desa Tasik madu atau Karanggongso Kec. Watulimo. Sedangkan upacara adat atau upacara tradisional lainnya tempat pelaksananaannya didesa Tasik madu, Prigi, Margomulyo, Karanggandu, dan Karanggongso itu disebut dengan berbagai istilah sedekah laut, larung sembonyo, upacara adat sembonyo, mbucal sembonyo, bersih laut. Sembonyo sebenarnya berasal dari nama mempelai tiruan, yang berupa boneka kecil dari tepung beras ketan. Adonan tepung ini dibentuk seperti layaknya sepasang mempelai yang sedang bersanding. Boneka ini didudukan diatas perahu lengkap dengan peralatan satang, yaitu alat unutuk menjalankan dan mengemudikan perahu. Penggambaran mempelai tiruan yang bersanding diatas perahu ini dilengkapi pula dengan sepasang mempelai tiruan terbuat dari ares batang pisang. Ares pisang ini dihiasi dengan bunga kenanga dan melati, lecari. Karena sembonyo mengambarkan mempelai, maka perlengkapan upacara adat sembonyo juga dilengkapi dengan seserahan atau sesaji serta perlengkapan lain seperti halnya upacara pernikahan tradisi jawa.

Tiruan mempelai yang disebut Sembonyo itu berkaitan dengan hikayah yang berkembang mengenai terjadinya tradisi larung sembonyo. Tradisi ini berawal dari suatu peristiwa yang diyakini ada dan terjadi pada waktu itu. Hikayah ini menceritakan mengenai pernikahan antara Raden Nganten Gambar Inten, dengan Raden Tumenggung Kadipaten Andong Biru atau Tumenggung Yodho Negoro. Raden Nganten Gambar Inten juga terkenal dengan nama raden Nganten Tengahan. Awal ceritanya ketika terjadinya kejenuhan kerajaan Surakarta ekspansi keluar dan berperang, karena masih banyak wilayahnya yang belum dibuka. Kala itu diceritakan Raja Surakarta memerintahkan Tumenggung Yudho Negoro yang terkenal satrio pinilih yang memiliki kemampuan luar biasa dalam berperang, untuk membuka wilayahnya ke arah Timur. Perluasan ini mulai dari Pacitan, Sumbreng Munjungan, Demuk Kalidawir Tulungagung dan Prigi Watulimo.

Tumenggung Yudho Negoro bersedia menjalankan perintah raja Surakarta itu dengan syarat membawa keempat saudara kandungnya, Raden Yauda yang selanjutnya di suruh mengembangkan wilayah di Lorok Pacitan, Raden Yaudi di Munjungan, Raden Pringo Jayeng Hadilogo di Demuk Kalidawir Tulungagung, dan Raden Prawiro Kusumo di Mbagusan Besuki Tulungagung. Syarat ini diterima raja, tidak menunggu lama berangkatlah kelima kesatria ini ke wilayah Timur untuk mengembangkan wilayah. Selain keempat saudaranya Raden Tumenggung Yudho Negoro didampingi pengikut setianya Hyang Pamong. Awal bersandar rombongan kelima saudara ini di Lorok Pacitan. Setelah terbuka, Raden Tumenggung Yudha Negoro memerintahkan kepada Adik paling tuanya pangeran Yauda untuk mengembangkan. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Timur lagi dan mendarat di Sumbreng Munjungan. Di sini Tumenggung Yudho Negoro memerintahkan adiknya Pangeran Yahudi untuk mengembangkan. Ketika perjalanan mau mencapai Teluk Prigi tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita dan tidak bisa ditembus. Teluk Prigi waktu itu ditutupi kekuatan gaib yang sulit ditembus. Segala upaya dilakukan rombongan ini namun tidak berhasil.

Karena tidak bisa masuk memaksa Raden Tumenggung Yudo Negoro dan Hyang Pamong duduk bersemedi di Bukit Kambe memohon petunjuk kepada Sang Maha Pencipta. Singkat cerita ketika bersemedi ini Hyang Pamong mendapatkan petunjuk, untuk bisa membuka kawasan Teluk Prigi ini Raden Tumenggung Yudho Negoro harus bersedia menikah dengan Raden Nganten Gambar Inten di Wilayah Tengahan. Mendapatkan petunjuk ini Raden Tumenggung Yudo Negoro segera ke pantai melakukan semedi untuk ketemu Raden Nganten Gambar Inten di wilayah tengahan dan melamarnya. Lamaran ini diterima dengan syarat. Syarat itu antara lain selama pelaksanaan pernikahan, upaya membuka wilayah Prigi baru dimulai, setelah dibuka wilayah baru ini dinamakan Prigi yang nantinya untuk tempat orang mencari nafkah, hari perkawinan supaya diperingati setiap tahun di Bulan Selo, hari Senin Kliwon yang ditandai dengan sedekah laut dan dimeriahkan hiburan Tayub. Hikayah inilah yang mengawali lahirnya tradisi Sembonyo ini.

Pelarungan sembonyo dan berbagai srasrahan dan sesaji ini didorong dengan niat, harapan dan permohonan untuk mendapatkan keselamatan dan memperoleh hasil dari laut dan daratan yang melimpah. Secara garis besar tahap tahap upacara adat Larung Sembonyo dibagi menjadi dua tahap persiapan yang meliputi malam widodaren membuat sembonyo, kembang mayang, menyiapkan encek/ sesaji serta menyiapkan kesenian jaranan untuk pengiring dan tahap pelaksanaan.

Sedangkan tahap pelaksanaan upacara Larung sembonyo adalah arak-arakan diberangkatkan dari kantor kecamatan watulimo menuju tempat pelelangan ikan yang telah dihiasi layaknya pesta pernikahan. Sembonyo diusung yang diriingi para petugas upacara dalam formasi tertentu. Bagian inilah yang menarik dan ditunggu penonton, setelah prosesi yang dilakukan di TPI tersebut, Sembonyo dan segala pelengkapnya dilarung ke tengah laut menggunakan perahu nelayan. Sebagian pengung bisa menaiki perahu yang disediakan panitia kegiatan untuk melihat prosesi di tengah laut. Tradisi ini tetap lestari sampai sekarang dan merupakan agenda tahunan yang menarik dan wajib dikunjungi untuk merasakan sensasinya. (Humas)

BERITA LAINNYA

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
Prev Next
Wabup Trenggalek  Ikut Ambil Bagian dalam Kolaborasi Tunas Integritas Nasional ke-II oleh KPK

13 SEPTEMBER

Wabup Trenggalek Ikut Ambil Bagian dalam Kolaborasi Tunas Integritas Nasional ke-II oleh KPK

Kali kedua KPK kembali menggelar kegiatan Kolaborasi Tunas Integritas Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan setahun dua kali ini digelar di Kota Jayapura Papua, Selasa (12/9) hingga...

15 Peserta Visitasi  Kepemimpinan Nasional (VKN) Kunjungi Trenggalek

11 SEPTEMBER

15 Peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Kunjungi Trenggalek

Sebanyak 15 peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II angkatan I tahun 2017 bersama satu pendamping dan tiga panitia melakukan...

Bupati Emil Dardak : Pengembangan Selingkar Wilis Akan Berikan Dampak Konkrit Pengembangan Wilayah

11 SEPTEMBER

Bupati Emil Dardak : Pengembangan Selingkar Wilis Akan Berikan Dampak Konkrit Pengembangan Wilayah

Dalam rapat bersama enam Daerah Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun dan Kediri) bersama Kementrian PUPR, Komisi V DPR RI, Bapenas dan beberapa...

Proyeksikan Selingkar Wilis, 6 Kepala Daerah Terus Tingkatkan Koordinasi

11 SEPTEMBER

Proyeksikan Selingkar Wilis, 6 Kepala Daerah Terus Tingkatkan Koordinasi

Enam Kepala Daerah Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun dan Kediri) terus rapatkan barisan proyeksikan Selingkar Wilis sebagai proyek Pengembangan Wisata Nasional. Senin...

622 Jamaah Haji Trenggalek Pulang, Pemkab Lakukan Penyambutan

11 SEPTEMBER

622 Jamaah Haji Trenggalek Pulang, Pemkab Lakukan Penyambutan

622 Jama'ah Haji asal Trenggalek tiba kembali di Bumi Menaksopal, Minggu (10/9). Kedatangan Jama'ah Haji asal Trenggalek ini diterima langsung oleh Sekda Trenggalek, Drs. Ali...

Arumi Berikan Suport Pemain Persiga

11 SEPTEMBER

Arumi Berikan Suport Pemain Persiga

Istri Bupati Trenggalek, Arumi Bachcin hadir di Stadion Menaksopal untuk dukung tim kebanggaan lawan Blitar United dalam putaran lanjutan Liga III Zona Jatim. Mantan artis...

Perminan Panas, Pertandingan Persiga Lawan Blitar United Diwarnai Kartu Kuning

11 SEPTEMBER

Perminan Panas, Pertandingan Persiga Lawan Blitar United Diwarnai Kartu Kuning

Minggu (10/9), Tim Gajah Putih jamu Tim Kebanggan Kota Patria, Blitar United dalam putaran lanjutan Liga III Zona Jatim. Pertandingan ini berlangsung panas dan dihujani...

6 Kepala Daerah Tergetkan 3 tahun Selingkar Wilis Terkoneksi

11 SEPTEMBER

6 Kepala Daerah Tergetkan 3 tahun Selingkar Wilis Terkoneksi

Enam Kepala Daerah Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun dan Kediri) lakukan rapat koordinasi proyeksi pembangunan Selingkar Wilis sebagai Proyeksi Pengembangan Potensi Wisata...

63 KK Warga Mlinjon Kekeringan, Bupati Emil Dardak Suplai Pasokan Air

09 SEPTEMBER

63 KK Warga Mlinjon Kekeringan, Bupati Emil Dardak Suplai Pasokan Air

63 Kepala Keluarga di RT 43 RW 7 Desa Mlinjon Kecamatan Suruh mengalami kekeringan, pasalnya beberapa sumur warga sudah tidak mengalirkan air. Kekeringan ini sudah...

3 Kali Sehari Pemerintah Suplai Pasokan Air Bersih Gratis ke Dusun Selorejo

09 SEPTEMBER

3 Kali Sehari Pemerintah Suplai Pasokan Air Bersih Gratis ke Dusun Selorejo

Sejak tiga bulan yang lalu 63 KK warga Dusun Selorejo RT. 43 RW. 7 Desa Mlinjon Kecamatan Suruh alami kekeringan. Sumur-sumur warga sudah tidak mengeluarkan...

Trenggalek Kembali Percantik Wajah Kota dan RTH

08 SEPTEMBER

Trenggalek Kembali Percantik Wajah Kota dan RTH

Pemerintah Kabupaten Trengalek terus berbenah. Rencananya Wajah kota dan beberapa Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan lebih dipercantik. Beberapa ornamen dan aksesoris dipersiapkan untuk upaya percantikan...

Turun Langsung Layani Distribusi Air ke Desa Kekeringan, Bupati Emil Temukan Wadah Air Berkarat

08 SEPTEMBER

Turun Langsung Layani Distribusi Air ke Desa Kekeringan, Bupati Emil Temukan Wadah Air Berkarat

Ingin tahu kondisi Desa kekeringan Bupati Trenggalek, Emil Dardak terjun langsung distribusikan air bersih ke Dusun Selorejo Mlinjon Kecamatan Suruh, Jum'at (8/9). Tidak canggung Emil...

Wanita Sangat Berperan Dalam Melindungi Atau Bahkan Mendorong Terjadinya Korupsi

07 SEPTEMBER

Wanita Sangat Berperan Dalam Melindungi Atau Bahkan Mendorong Terjadinya Korupsi

Sosok wanita atau Ibu dalam sebuah keluarga sudah sepatutnya bisa menjadi perisai anggota keluarganya berprilaku negatif seperti halnya menghindarkan dari sang suami melakukan korupsi. Namun...

Selamatkan Kars Demi Kelestarian Lingkungan Hidup

07 SEPTEMBER

Selamatkan Kars Demi Kelestarian Lingkungan Hidup

Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memiliki kawasan Kars yang cukup luas, yang berfungsi sebagai kantong-kantong penampungan air untuk menjaga kelestarian ekosistem lingkungan hidup. Keberadaan Kars sangat...

KPK Inginkan Generasi Integritas Tidak Hanya Sebatas Jargon, Perlu Lahir Peraturan Daerah

05 SEPTEMBER

KPK Inginkan Generasi Integritas Tidak Hanya Sebatas Jargon, Perlu Lahir Peraturan Daerah

Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) getol dorong upaya pencegahan KKN di Trenggalek. Salah satu upaya pencegahan ini dengan membentuk generasi integritas di Daerah. KPK...

KPK Terus Dorong Upaya Pencegahan Korupsi di Trenggalek

05 SEPTEMBER

KPK Terus Dorong Upaya Pencegahan Korupsi di Trenggalek

Banyaknya penindakan tindak pidana korupsi, tidak membuat kasus korupsi di Negeri ini menurun. Operasi tangkap tangan yang sering dilakukan KPK ternyata tidak memberikan efek jera...

Bupati Trenggalek Apresiasi Lahirnya Perda Tentang Bahaya Narkoba dan Perda Tentang Penyakit Menular

04 SEPTEMBER

Bupati Trenggalek Apresiasi Lahirnya Perda Tentang Bahaya Narkoba dan Perda Tentang Penyakit Menular

Senin (4/9) DPRD menyutujui dan mengesahkan lahirnya Peraturan Daerah mengenai Bahaya Narkoba serta Perda tentang penyakit menular. Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, sangat...

Emil Dardak : Ada Alasan Fundamental Yang Mendasari Perubahan APBD

04 SEPTEMBER

Emil Dardak : Ada Alasan Fundamental Yang Mendasari Perubahan APBD

Senin (4/9) bersama wakilnya H. Moch. Nur Arifin, Forkopimda, Sekretaris Daerah dan Seluruh OPD, Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak mendengarkan beberapa pandangan umum fraksi...

Bupati Emil Dardak Dengarkan Pandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap Ranperda PAPBD Yang Diajukan

04 SEPTEMBER

Bupati Emil Dardak Dengarkan Pandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap Ranperda PAPBD Yang Diajukan

Setelah menyampaikan nota penjelasan Ranperda PAPBD dalam sidang paripurna sebelumnya, Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, dan Wakil Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin...

Ratusan Warga Rebutkan Tumpeng Agung Hari Jadi Trenggalek Ke 823

31 AGUSTUS

Ratusan Warga Rebutkan Tumpeng Agung Hari Jadi Trenggalek Ke 823

Ratusan warga Trenggalek padati halaman pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (31/8). Kedatangan warga di Pendopo ini untuk memperebutkan tumpeng sesaji yang dikemas dalam bentuk Tumpeng...

Peringatan Hari Jadi Trenggalek Berlangsung Cukup Sakral

31 AGUSTUS

Peringatan Hari Jadi Trenggalek Berlangsung Cukup Sakral

Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek berlangsung cukup meriah. Meskipun meriah kesakralan peringatan Hari Jadi ini tidak pernah ditinggalkan sedikitpun dari tahun ketahun. Prosesi hari jadi...

Hari Jadi 823 Trenggalek, Emil Dardak dan Arumi Bachcin Naiki Kereta Kyai Garuda Kencana

31 AGUSTUS

Hari Jadi 823 Trenggalek, Emil Dardak dan Arumi Bachcin Naiki Kereta Kyai Garuda Kencana

Peringatan HUT Kabupaten Trenggalek ke 823 berlangsung cukup meriah. Lebih-lebih dengan kehadiran Kereta Kencana Kyai Garuda Kencana yang ditunggangi keluarga Bupati Trenggalek dalam kirab pusaka,...

Ziarah Makam Leluhur Jelang Hari Jadi Trenggalek

28 AGUSTUS

Ziarah Makam Leluhur Jelang Hari Jadi Trenggalek

Menjelang Hari Jadi Trenggalek ke 823, Forkopimda beserta Seluruh Pejabat dilingkup Pemkab Trenggalek menggelar ziarah makam leluhur, Senin (28/8). Ziarah makam leluhur ini merupakan agenda...

Telusur Sejarah Makam Mbah Kawak

28 AGUSTUS

Telusur Sejarah Makam Mbah Kawak

Mbah Kawak atau Eyang Kawak diyakini masyarakat Trenggalek sebagai tokoh yang membuka kawasan Trenggalek yang dulunya masih dikenal dengan Trenggalih atau terange ing galih (terangnya...

Jaga Kualitas Infrastruktur, Pemkab Perketat Pengawasan

27 AGUSTUS

Jaga Kualitas Infrastruktur, Pemkab Perketat Pengawasan

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., dengan tegas menginstruksikan kepada jajarannya untuk ketat dalam mengawasi kontraktor maupun pengawas nakal. Hal tersebut menindaklanjuti laporan warga...

Festival Jaranan Ditonton Ribuan Massa, Bupati Emil: Padahal Bukan Dangdut Atau Band, Hebat!!

26 AGUSTUS

Festival Jaranan Ditonton Ribuan Massa, Bupati Emil: Padahal Bukan Dangdut Atau Band, Hebat!!

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., secara resmi membuka Festival Jaranan Trenggalek 2017, Sabtu (26/8/2017). Festival ini adalah yang ke-22, artinya sudah 22 tahun...

DPRD Setujui Ranperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Menjadi Perda

25 AGUSTUS

DPRD Setujui Ranperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Menjadi Perda

DPRD Kabupaten Trenggalek, setujui Ranperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Menjadi Peraturan Daerah, Kamis (24/8). Ranperda terkait hak keuangan pimpinan dan...

Kejaksaan Lakukan Upaya Pencegahan Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa

25 AGUSTUS

Kejaksaan Lakukan Upaya Pencegahan Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa

Melalui sosialisasi Dana Desa dan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Kejaksaan Negeri Trenggalek mencoba melakukan upaya pencegahan penyimpangan pengelolaan Dana Desa...

Atlet Asal Trenggalek Mampu Berprestasi Di SEA Games Malaysia

23 AGUSTUS

Atlet Asal Trenggalek Mampu Berprestasi Di SEA Games Malaysia

Dua atlet asal Trenggalek berhasil sumbangkan pundi-pundi medali untuk Indonesia. Dwi Samsul Maarif pria asal Kecamatan Watulimo dan Gustin Dwi Jayanti perempuan asal Wonoanti Gandusari...

Kedekatan Seorang Pemimpin Dengan Masyarakatnya Tanpa Sekat Pemisah

22 AGUSTUS

Kedekatan Seorang Pemimpin Dengan Masyarakatnya Tanpa Sekat Pemisah

Usai Buka pameran UMKM Kecamatan Bendungan Senin (21/8), Wakil Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin tinjau langsung seluruh stand pameran yang ada. Nampak terlihat keakraban...

Remaja Masjid Diberikan Pelatihan Diharapkan Bisa Peka Terhadap Permasalahan Sosial di Lingkungannya

22 AGUSTUS

Remaja Masjid Diberikan Pelatihan Diharapkan Bisa Peka Terhadap Permasalahan Sosial di Lingkungannya

Lebih dari 50 Remaja Masjid (Remas) dan Mushola di Kabupaten Trenggalek dibekali pelatihan pengembangan dan pemberdayaan, Selasa (22/8). Dengan pelatihan ini diharapkan bisa lebih peka...

Wabup Arifin Ajak 27 KK Warga Kampung Baru Segera Tempati Rusunawa

21 AGUSTUS

Wabup Arifin Ajak 27 KK Warga Kampung Baru Segera Tempati Rusunawa

Wakil Bupati Trenggalek H. Moch. Nur Arifin kembali sosialisasikan Rusunawa Prigi. Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) warga Kampung Baru dihadirkan di Masjid Baiturrahman, Senin (21/8/2017)....

Ngalab Berkah Larung Kepala Kerbau

19 AGUSTUS

Ngalab Berkah Larung Kepala Kerbau

Larung Ndas (kepala) Kebo (Kerbau), tradisi yang tidak bisa ditinggalkan dalam kegiatan Bersih Desa Dam Bagong. Tujuan utama diadakannya tradisi ini sebenarnya perwujudan rasa syukur...

Emil Dardak : Bersih Dam Bagong Tradisi Yang Kaya Akan Sejarah

18 AGUSTUS

Emil Dardak : Bersih Dam Bagong Tradisi Yang Kaya Akan Sejarah

Jum'at Kliwon Bulan Selo penanggalan jawa, warga Desa Ngantru bersama para petani yang teraliri air sungai Dam Bagong menggelar tradisi bersih Dam Bagong. Acara ini...

Emil Dardak Resmikan Prasasti Watu Kilang Kucur

18 AGUSTUS

Emil Dardak Resmikan Prasasti Watu Kilang Kucur

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, resmikan Prasasti Watu Kilang Kucur, Jum'at (18/8). Prasasti ini dibuat untuk menandai pembangunan destinasi wisata baru yang dipelopori...

Sungkem Kepada Veteran, Hormati dan Teladani Para Pejuang

17 AGUSTUS

Sungkem Kepada Veteran, Hormati dan Teladani Para Pejuang

Usai pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi pada HUT RI ke-72 di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (17/8/2017), Wakil Bupati Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin...

Arti Kemerdekaan Bagi Mochamad Nur Arifin

17 AGUSTUS

Arti Kemerdekaan Bagi Mochamad Nur Arifin

Kemerdekaan merupakan cita-cita semua bangsa, tak terkecuali Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 2017 hari ini, berarti sudah 72 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.   Menurut kamus besar bahasa...

Arti Kemerdekaan Bagi Emil Dardak

17 AGUSTUS

Arti Kemerdekaan Bagi Emil Dardak

Hari ini, 17 Agustus 2017 seluruh elemen bangsa, memperingati 72 tahun Indonesia Medeka. Hari dimana 72 tahun yang lalu bangsa Indonesia menancapkan tonggak sejarah perjuangan...

Tabur Bunga, Kenang Jasa Pahlawan

17 AGUSTUS

Tabur Bunga, Kenang Jasa Pahlawan

Tabur Bunga di pusara para pahlawan mengawali puncak peringatan HUT RI ke-72 tahun 2017 di Kabupaten Trenggalek, Kamis (17/8/2017). Ziarah Nasional di Taman Makan Pahlawan...

Bertatap Muka Dengan Penyandang Disabilitas, Arifin Yakinkan Pembangunan Trenggalek Inklusif

11 AGUSTUS

Bertatap Muka Dengan Penyandang Disabilitas, Arifin Yakinkan Pembangunan Trenggalek Inklusif

Wakil Bupati Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin jalin silaturahmi dengan para penyandang disabilitas, Kamis (10/8). Di Kediaman Asisten II Daerah, Arifin sapaan akrab Wakil Bupati...