responsive slider joomla free

HARI LIBURPUN PERJUANG KAN PEMBANGUNAN TRENGGALEK

Tidak mengenal hari libur, Bupati Trenggalek,Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc  terus mencari peluang dan dukungan terealisasinya Percepatan Pembangunan di Kab. Trenggalek dan sekitarnya. Do'a dan dukungan dari  kita semua tentunya sangatlah ditunggu untuk keberhasilan dan  kesejahteraan masyarakat Trenggalek dan sekitarnya. 

Otonomi daerah yang sudah lama diterapkan ternyata belum cukup ampuh mendorong percepatan pembanguan infrastruktur di daerah. Beberapa derah bahkan nyaris tak tersentuh pembangunan.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek, mengungkapkan, lambatnya pembangunan daerah tersebut dipicu kurangnya kemampuan Pemerintah Daerah dalam menggalang dana untuk melakukan pembangunan.

Pemda hanya mengandalkan sumber-sumber pendanaan konfensional seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perpajakan dan retribusi atau transfer daerah dari Pemerintah Pusat.

"Tantangan terbesarnya itu dari kacamata fiskal, Daerah sangat bergantung dari transfer dana perimbangan," ujar dia dalam diskusi berjudul "Pembangunan infrastruktur daerah mandek?" di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

Bila sumber pendanaan ini habis, maka Pemda tak bisa melakukan pembangunan lebih lanjut. Lebih parahnya, pembangunan infrastruktur sering kali tak mendapat porsi yang cukup dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Anggarannya habis hanya untuk belanja pegawai sebesar 35%, baru sisanya untuk yang lain. Besarnya untuk anggaran pendidikan. Sementara untuk infrastruktur masih 16% saja," kata dia.

Untuk itu, lanjut dia, perlu terobosan-terobosan baru dari Pemerintah daerah untuk mencari sumber pendanaan baru untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur.

"Pemda sudah tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBD, tapi harus ada sektor swasta yang masuk," simpulnya.

Selain dirinya, turut hadir pula dalam diskusi tersebut adalah Emma Sri Martini, Direktur Pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Edwin Syahruzad, Direktur Utama PT Penjaminan Infrasurktur Indonesia (PII) Sinthya Roesly dan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak. Dikutip dari Detik.com

 

Wakil Bupati Trenggalek Buka Sosialisasi Penyusunan (RPJMD) Tahun 2016-2021

Untuk memberikan informasi mengenai Tahapan dan Tatacara Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016 - 2021. Kamis, 25 Februari 2016 bertempat Hall Hotel Bukit Ja’as Permai melalui Bappeda Kabupaten Trenggalek telah menyelenggarakan Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Tahun 2016-2021.” Sosialisasi tersebut secara resmi dibuka oleh H. Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek dan juga dihadiri Arumi Bachsin Istri Bupati Trenggalek beserta Novita Hardini Istri Wakil Bupati Trenggalek, Pimpinan DPRD, Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek, Pimpinan Instansi Vertikal/BUMN/BUMD.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan awal dari serangkaian tahapan yang harus dilalui dalam rangka penyusunan RPJMD sebagai dokumen yang akan menjabarkan program-program yang mendukung pencapaian visi misi Kepala Daerah selama 5 (Lima) Tahun. Visi Kabupaten Trenggalek Tahun 2016-2021 adalah “Terwujudnya Kabupaten Trenggalek Yang Maju, Adil, Sejahtera, Berkepribadian, Berlandaskan Iman Dan Takwa” Visi tersebut dilaksanakan dengan 7 (tujuh) Misi yaitu Meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih, Meningkatkan pembangunan sektor pertanian, Mewujudkan perluasan layanan infrastruktur transportasi, Meningkatkan penciptaan lapangan kerja bagi SDM terdidik di sektor pertanian dan sektor produktif lain, Meningkatkan sinergitas pembangunan Trenggalek, Meningkatkan pengembangan karakter masyarakat yang berkepribadian dan Meningkatkan keberpihakan pemerintah dalam mengentaskan masalah kemiskinan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Pada kesempatan ini, H. Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek dalam sambutannya mengatakan Kita ketahui bersama bahwa perencanaan pembangunan yang efisien dan efektif menjadi tolak ukur akuntabilitas, profesionalisme dan konsistensi, yang melahirkan pelayan publik yang prima. Perencanaan pembangunan yang tidak efisien dan efektif akan menimbulkan efek pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat yang tidak sesuai dengan harapan. Disinilah, hakekat dan arti penting dari RPJMD selain sebagai pedoman dalam rangka menyusun dokumen perencanaan tahunan, dokumen ini juga merupakan instrumen awal untuk mengkalkulasi kemampuan keuangan daerah dan sebagai tolok ukur indikator keberhasilan pembangunan daerah selama 5 (lima) tahun. RPJMD Kabupaten Trenggalek Tahun 2016 – 2021 juga harus disusun sebagai upaya percepatan dalam mencapai NAWA CITA JOKOWI-JK, visi dan misi RPJMD Provinsi Jawa Timur serta visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2005-2025, yaitu ”Mewujudkan Masyarakat Trenggalek Yang Sejahtera Dan Berakhlak”.

 

Pisah Sambut Bupati Trenggalek

Sebagaimana telah kita ketahui bersama,bahwa pada tanggal 17 Pebruari 2016 telah dilaksanakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih secara serentak seluruh Jawa Timur termasuk Kabupaten Trenggalek bertempat di Gedung Grahadi Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur. Dengan demikian secara otomatis PJ Bupati Trenggalek telah berakhir masa baktinya di kota kripik tersebut. Untuk menyambut kedatangan Bupati dan wakil Bupati terlantik serta untuk mengiringi kepergian PJ Bupati Trenggalek Kamis 25 Pebruari 2016 bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha telah dilaksanakan pisah sambut Bupati Trenggalek. Ikut hadir dalam acara tersebut Bupati dan walikota tetangga,anggota Forkopimda.mantan Bupati dan Wakil Bupati,kepala SKPD,tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya Dr.H. Jarianto M.Si ( PJ. Bupati }mengatakan dalam rangka pengawalan pilkada serentak yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, alhamdulillah terselenggara dalam kondisi aman dan kondusif. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung terlaksananya pilkada tersebut.   Berbagai program pembangunan telah kami laksanakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek baik bidang ekonomi,bidang insfrastruktur,bidang pendidikan,bidang kesehatan,bidang pertanian serta bidang pariwisata.

 

Pada kesempatan yang sama bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc dalam sambutannya antara lain mengatakan saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Trenggalek yang telah mmberikan amanah kepada saya dan wakil bupati untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan ini untuk bersama-sama melaksanakan pembangunan demi terwujudnya masyarakat Trenggalek yang sejahtera. Mohon doa restu agar selama menjalankan amanah ini selalu mendapat bimbingan dari Tuhan yang Maha Esa sehingga akan tercapai semua program-program yang telah saya canangkan.Sehubungan dengan masa tugas saya sebagai PJ Bupati telah selesai,saya mohon pamit apabila selama bertugas ada hal yang tidak berkenan,saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya.

 

Bupati Buka Musda PPNI 2016, Perawat Trenggalek Diminta Tingkatkan Kemampuan Diri

Dalam rangka untuk meningkatkan upaya-upaya promotif dan preventif guna memberdayakan masyarakat menuju masyarakat sehat dan mandiri serta menanamkan paradigma sehat pada setiap orang bahwa penyakit bisa dicegah dan dihindari. Sabtu, 30 April 2016 bertempat di hall hotel Jaas Permai Trenggalek telah diselenggarakan MusyawarahDaerah Ke VIII Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI Kabupaten Trenggalek).

 

Musyawarah  Daerah Ke VIII Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Trenggalek tersebut diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari Anggota PPNI, Organisasi Profesi lain yang meliputi IDI, IBI, IAI dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Trenggalek. Dalam acara ini juga dihadiri oleh Dr.Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek, Ketua PPNI Propinsi Jawa Timur, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek serta Para Kepala SKPD terkait lingkup Pemkab Trenggalek.Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah pemilihan ketua baru periode 2016-2021.

 

Pada kesempatan ini, Ketua panitia Musda PPNI 2016dalam laporannyamengatakan bahwa MUSDA PPNI saat ini adalah MUSDA yang melibatkan semua komponen di wilayah Trenggalek. Selain sebagai pelaksanaan kedaulatan tertinggi organisasi di tingkat Kabupaten, momen ini juga bertujuan untuk konsolidasi seluruh perawat se-kabupaten Trenggalek guna membangun dan mengoptimalkan fungsi PPNI sebagai wadah bagi seluruh perawat di Kabupaten Trenggalek.

 

Ketua panitia juga mengharapkan agar seluruh perawat mengoptimalkan semua potensi dalam fungsinya sebagai mitra pemerintah melayani masyarakat. Untuk itulah seluruh anggota PPNI harus meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan kapasitasnya membangun martabat pelayanan kesehatan. “Harus terus semangat untuk maju bersama, sukses bersama,”Ungkapnya

Sementara itu, Dr.Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek yang sekaligus membuka dalam sambutanya menyampaikan didalam melaksanakan pembangunan kesehatan, peran serta PPNI sangat diharapkan, karena PPNI memiliki anggota yang besar dan tersebar sampai pelosok desa, dan merupakan kekuatan yang perlu diperhitungkan.Bupati juga menekankan bahwa PPNI perlu memperhatikan susunan program kerja yang konkret, dapat dijangkau dan dilaksanakan, serta menjalin hubungan yang baik dengan selalu berkoordinasi baik dengan Pemerintahan, sesama organisasi profesi dan masyarakat, serta meningkatkan kualitas perawat dengan melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, maupun seminar-seminar.”Ujarnya

Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan masalah kesehatan di Kabupaten Trenggalek yang harus segera diselesaikan. Diantaranya, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta kurang gizi yang masih dijumpai di Blora. Setelah itu, masih tingginya prevalensi penyakit menular seperti DBD, kusta, TB paru-paru, HIV/AIDS dan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus serta stroke.BahwaPPNI diharapkan dapat meningkatkan profesionalis­me, ke­mam­puan dan penge­tahuan seluruh anggotanya.

 

Melalui upaya tersebut di­ha­rap­kan PPNI dapat berkembang men­jadi organi­sasi profesi yang solid serta diakui kredibilitas dan kemam­puan­nya oleh masyarakat. Terlebih lagi dengan jumlah anggota yang cukup besar di bidang profesi perawat, maka PPNI cukup potensial untuk senantiasa meningkatkan profesionalis­me dan kemam­puan anggotanya sehingga akan membe­rikan man­faat bagi anggotanya dan seluruh masyarakat Trenggalek.”Pungkas Bupati

 

Selain itu, Bupati Emil Dardak berharap agar musyawarah ini dapat digunakan sebagai momentum yang strategis bagi PPNI sehingga dapat tersusun program kerja yang baik dan dapat terpilih pengurus yang mampu menjalankan program tersebut.”Imbuhnya

 

Copyright ©  Humas Setda Kabupaten Trenggalek 2016